Masih di tempat itu.
Tidak kulihat seorang pun kecuali kamu yang masih sibuk sendiri menekan-nekan tombol keyboard di depan layar laptop. Aku bisa melihat betapa lincahnya tarian jemarimu membantu mengarahkan perhatianmu agar tidak teralih dari pekerjaanmu sekarang. Pandanganmu masih tetap tajam dan awas mengamati baris kata dan gambar yang silih berganti muncul yang terkadang memaksa dahimu berkerut sebentar-sebentar. Namun lebih dari itu, aku tahu kamu orang yang pandai sekali menyembunyikan garis kelelahan wajahmu dari orang lain. Terutama dariku.
Masih di tempat itu.
Penerangan sudah redup, hanya cahaya laptop dan suara ketikan yang menandakan dirimu masih di sana. Tanpa ketukan, aku membuka pintu ruanganmu dengan suara derit lemah untuk mengantar secangkir lemon tea favoritmu. Entah bagaimana, sepertinya kamu selalu mengenali derit pintu yang kubuka, satu-satunya suara yang membuatmu menyadari kehadiranku.
Masih di tempat itu.
Aku duduk di sebelah kursimu mengamati apa yang kamu kerjakan. Aku tidak pernah mengunjungimu pada jam yang sama, namun selalu tak pernah lebih dari 15 menit kemudian kamu segera menutup laptopmu. Pekerjaanku sudah selesai hari ini, selalu kata-kata itu yang pertama kali kudengar darimu. Setelahnya kamu akan menyeruput sedikit lemon tea yang kubawa, meregangkan badan, dan tersenyum padaku. Seperti biasa.
Masih di tempat itu.
Akan kudengar lagi cerita apa yang kamu alami satu hari ini. Aku tak pernah bosan mendengarkanmu karena kamu selalu berhasil menarik minatku di setiap bagian dari ceritamu. Bahkan pada peristiwa yang kuanggap pahit pun mampu kamu jadikan terasa manis saat kau untai dengan tutur bahasamu yang memikat.
Masih di tempat itu.
Ceritamu tak akan pernah selesai. Hanya ada jeda selama kesibukanku untuk kemudian aku dengarkan lagi sambungan cerita itu ketika aku mengunjungimu. Bagiku, kisah hidupmu adalah ceritaku yang telah dipentaskan dalam dunia nyata.
Masih di tempat itu.
Matahari belum menjemput pagi. Namun dengan melihat cahaya dari matamu, aku menyadari hal itu. Ceritamu tidak akan pernah selesai, karena...
Kamu akan selalu memulai cerita baru sebelum mengakhiri cerita sebelumnya.