Jumat, 27 Desember 2013

Masih Di Tempat Itu

Masih di tempat itu.

Tidak kulihat seorang pun kecuali kamu yang masih sibuk sendiri menekan-nekan tombol keyboard di depan layar laptop. Aku bisa melihat betapa lincahnya tarian jemarimu membantu mengarahkan perhatianmu agar tidak teralih dari pekerjaanmu sekarang. Pandanganmu masih tetap tajam dan awas mengamati baris kata dan gambar yang silih berganti muncul yang terkadang memaksa dahimu berkerut sebentar-sebentar. Namun lebih dari itu, aku tahu kamu orang yang pandai sekali menyembunyikan garis kelelahan wajahmu dari orang lain. Terutama dariku.

Masih di tempat itu.

Penerangan sudah redup, hanya cahaya laptop dan suara ketikan yang menandakan dirimu masih di sana. Tanpa ketukan, aku membuka pintu ruanganmu dengan suara derit lemah untuk mengantar secangkir lemon tea favoritmu. Entah bagaimana, sepertinya  kamu selalu mengenali derit pintu yang kubuka, satu-satunya suara yang membuatmu menyadari kehadiranku.

Masih di tempat itu.

Aku duduk di sebelah kursimu mengamati apa yang kamu kerjakan. Aku tidak pernah mengunjungimu pada jam yang sama, namun selalu tak pernah lebih dari 15 menit kemudian kamu segera menutup laptopmu. Pekerjaanku sudah selesai hari ini, selalu kata-kata itu yang pertama kali kudengar darimu. Setelahnya kamu akan menyeruput sedikit lemon tea yang kubawa, meregangkan badan, dan tersenyum padaku. Seperti biasa.

Masih di tempat itu.

Akan kudengar lagi cerita apa yang kamu alami satu hari ini. Aku tak pernah bosan mendengarkanmu karena kamu selalu berhasil menarik minatku di setiap bagian dari ceritamu. Bahkan pada peristiwa yang kuanggap pahit pun mampu kamu jadikan terasa manis saat kau untai dengan tutur bahasamu yang memikat.

Masih di tempat itu.

Ceritamu tak akan pernah selesai. Hanya ada jeda selama kesibukanku untuk kemudian aku dengarkan lagi sambungan cerita itu ketika aku mengunjungimu. Bagiku, kisah hidupmu adalah ceritaku yang telah dipentaskan dalam dunia nyata.

Masih di tempat itu.

Matahari belum menjemput pagi. Namun dengan melihat cahaya dari matamu, aku menyadari hal itu. Ceritamu tidak akan pernah selesai, karena...
Kamu akan selalu memulai cerita baru sebelum mengakhiri cerita sebelumnya.

Jumat, 13 Desember 2013

It's You Again

Hei...
Hari ini kita bertemu lagi di tempat itu. Yap, tempat favoritku, perpustakaan.
Seperti biasa, tiba-tiba terdengar suara tepat di belakangku, dan aku pasti langsung mengenali itu adalah kamu. Sapaanmu siang itu cukup hangat, dan selalu kupastikan selalu senyuman yang kau lihat di wajahku setiap pertama kali kita bertemu.

Aku tahu kamu pasti menyadari kehadiranku di tempat itu. Aku juga, aku tahu kamu ada di hadapanku. Namun entah bagaimana, rasanya aku tidak lagi ada di hadapanmu, terutama ketika kamu tanyakan apa yang kukerjakan di sana. Apa kamu menyadari, walau pandanganku tertuju padamu, sebenarnya saat itu aku sedang mencari kata yang tepat untuk kuutarakan. Aku tak kuasa melihat pandanganmu padaku, maka yang keluar dari lisanku hanyalah sekedar jawaban...

Mencari buku yang bisa kubaca. Padahal, ketika kulangkahkan kakiku ke ruang itu, memang bukan buku yang pertama menjadi tujuanku. Entahlah, aku hanya merasa, kamu pasti ada di sana.

Selalu seperti ini...
Kenapa?
Butuh berapa lama untuk merasa semua baik-baik saja?
Padahal kenyataan telah berubah.
Tidak akan terulang lagi, walau perasaan itu pernah ada...

Kata-kata itu yang terlintas di benakku setelah bertemu denganmu. Yah, berharap semuanya tidak akan berubah merupakan hal yang tidak mudah. Setiap cerita pasti memiliki kronologi dengan peristiwa berbeda seiring waktu. Sama seperti ceritaku tentang dirimu. Hanya saja dalam kenyataan, aku tidak tahu bagaimana cerita ini akan berakhir. Bersediakah kamu membantuku menyelesaikan cerita ini?

Selasa, 10 Desember 2013

Just -C-

It's been while not to write here... Sebagian posting pernah kutulis di notes facebook, mungkin karena itulah blog ini jadi sepi, hehe.

Well, I'm back hereeeee :D



There's so much things I've learned~
One of them is...


To be with you.


Ya, kamu.


Tapi, tidak sekarang akan kuceritakan apa yang kurasakan selama ini.
Maybe someday...
Maybe somehow...
You'll have understood what I'm going to tell :)