Minggu, 20 Juli 2014

Satu Hati, Satu Cinta

Hanya ada satu cinta untuk satu hati, maka siapa yang akan kau cintai?

Ini pertanyaan menarik, pertanyaan yang menggaung dari sudut jiwaku dan tak kusangka mampu membangunkan kesadaranku atas apa yang kurasakan. Pertanyaan yang mengembalikan lagi makna dari senyuman dan air mata yang ada pada wajahku. Pertanyaan yang mengingatkanku akan rasa bahagia ketika mencintai. Atau dicintai.

Tahukah kamu bahwa kita hanya punya satu hati? Allah tidak menciptakan dua hati dalam dada seseorang. Hati itu telah diciptakan khusus untukmu, untuk kemudian akan dipertanggungjawabkan bagaimana kamu menggunakan hatimu. Tidak ada hati cadangan jika hatimu rusak, namun masih bisa diobati jika hatimu sakit.

Rasa cinta. Ya, suatu rasa yang sangat wajar berada dalam hati. Ingatkah kamu betapa bahagianya ketika cinta itu memenuhi hatimu? Ketika kamu jatuh cinta, semua akan terasa indah. Itu benar. Namun adakalanya bagi seseorang kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Pada nyatanya, betapa banyak orang yang mengalami patah hati karena cinta. Salahkah cinta yang mampu mematahkan hati seseorang?

Cinta tak pernah salah. Cinta yang benar itulah cinta yang membahagiakan, berangkat dari alasanmu jatuh cinta dan kepada siapa cintamu diberikan. Alasan yang tepat untuk benar-benar jatuh cinta adalah ketika kamu bersedia mencurahkan seluruh cinta yang kamu miliki. Sedangkan yang paling berhak mendapat seluruh cintamu adalah seseorang yang juga memiliki alasan yang sama, bersedia mencurahkan seluruh cintanya untukmu.

Pernahkan terlintas dalam benakmu untuk mencintai Allah? Karena sungguh Dia-lah yang paling berhak kamu cintai dengan seluruh cinta yang kamu miliki. Dialah yang menciptakan hatimu dan Dia pula yang menciptakan cinta di hatimu sehingga Dia pula yang paling mengerti bagaimana cara membahagiakanmu. Jangan takut ataupun ragu untuk jatuh cinta pada-Nya karena Dia juga mencintai hamba yang mencintai-Nya. Dan ketika kamu sudah jatuh cinta pada-Nya, tidak akan ada lagi cinta yang akan menggelisahkan atau bahkan mematahkan hatimu.

Ketika kamu merasa patah hati karena cinta, ingatlah lagi siapa yang kamu cintai dan apa alasanmu mencintainya. Tidak ada hati yang patah karena mencintai seseorang atas dasar cintanya pada Allah. Jodoh yang baik itu adalah seseorang yang membuatmu mulia di mata Allah, membuatmu semakin cinta pada Allah, dan semakin kuat imanmu pada Allah. Ketika kamu mulai mencintai seseorang, renungkanlah dirimu apakah dengan cinta itu dirimu semakin taat pada Allah atau tidak.

Kebaikan tidak pernah mengusik ketenangan hati, semudah itu mengenalinya.  Dan ketaatan pada Allah itu menuntun pada kebaikan. Oleh karena itu, teruslah perbaiki diri, buat Allah semakin cinta padamu dan semakin perhatian padamu. Hukum kepantasan itu berlaku, wanita baik-baik untuk laki-laki baik-baik, itu janji Allah.

Setelah ini, semoga tidak akan lagi ada hati yang patah. Sayang sekali jika hati yang hanya satu-satunya dimiliki harus dalam keadaan patah untuk dihadiahkan pada seseorang yang akan menjadi pasanganmu. Sekarang yakinlah bahwa sesuatu yang baik, pasti selalu didapat dengan cara yang baik. Akhir yang baik, pasti selalu didahului awal yang baik. Ingatlah firman Allah pada surah al Anfal ayat 70: "...Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu."

Untuk semua orang  yang kucintai. Untuk semua orang yang mencintaiku. Terima kasih, semoga Allah semakin mengukuhkan cinta kita karena-Nya.

-Inashci Run- 
21 Juli 2014