Bayanganmu seperti angin
Tak pernah bisa kulihat
Tetapi selalu terasa,
menyelinap dalam tiap kesendirianku
Bayanganmu seperti angin
Tak pernah bisa kukejar
Tetapi tak pernah menjauh,
melekat erat dalam tiap kerinduanku
Bayanganmu seperti angin
Mengundang hujan yang terlihat
di wajahku
Ketika badai melanda hati
Bayanganmu seperti angin
Menebar asa yang semakin
bertumbuh
Dalam kerinduanku
Dalam kesendirianku
|
Aku
menunggumu
Ketika angin berhembus Menyadari waktu semakin tergerus Acuhkan segala rayu mendayu Lelah yang memupuk, terlalu merajuk Namun aku tahu Tak ada yang lain, hanya dirimu |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar