Sabtu, 18 Oktober 2014

Kunci Kebahagiaan: Hati yang Ikhlas dan Bersyukur

Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan. Mayoritas dari mereka mengidentikan kebahagiaan dengan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Keinginan itu bermacam-macam, ada yang bersifat barang konkrit yang dapat dibeli atau bersifat abstrak seperti pencapaian akan suatu prestasi. Dengan demikian, tidak mengherankan segala macam cara akan ditempuh untuk meraih kebahagiaan itu tanpa peduli seberapa mahal harga yang harus dibayar.
Sebenarnya, kebahagiaan itu sejatinya tidak terletak pada memiliki sesuatu yang belum didapat, namun terletak dari kebersediaan hati untuk menerima apa yang telah dimiliki. Agar hati siap menerima, ada dua hal sederhana yang harus ada pada hati seseorang. Dua hal  yang sederhana, namun tidak semua orang mengerti betapa besar peran dua hal ini untuk memiliki kebahagian; yaitu rasa ikhlas dan bersyukur.

Kenapa harus ikhlas? Karena ikhlas akan membawa ketenangan hati. Ketenangan inilah yang akan menjadi pangkal kebahagiaan sejati, rasa damai yang tidak terusik oleh berbagai hasrat yang belum tercapai. Ikhlas berawal dari keyakinan bahwa semua hal yang terjadi dan seberapa besar rizki yang diberikan Allah merupakan suatu ketentuan terbaik bagi seseorang. Dengan keikhlasan, semua hal yang hilang pada kehidupan seseorang tidak akan membuat hatinya gelisah karena ia yakin Allah tahu yang terbaik bagi dirinya.

Kenapa harus bersyukur? Karena dengan bersyukur dapat meniadakan rasa ketidakpuasan dari apa yang dimiliki. Rasa tidak puas ini akan membuat seseorang terus berkeinginan mendapatkan apa yang belum ada pada dirinya. Jika hal ini dibiarkan, maka yang terjadi adalah orang tersebut akan terus fokus mengejar kebahagiaan tanpa pernah mendapatkannya. Berhentilah mengejar, dan perhatikan sekitar. Betapa banyak hal yang masih kita miliki untuk menjalani hidup sebagai modal kebahagiaan, sedangkan banyak orang di luar sana tidak seberuntung kita untuk memilikinya. Keutamaan lain dari bersyukur adalah Allah akan menambah nikmat kepada kita. Bahkan tanpa harus kelelahan mengejar, Allah akan memberikan kebahagiaan dengan nikmatnya jika bersyukur, cukup sederhana bukan?

Hati yang ikhlas dan penuh rasa syukur merupakan syarat menerima kebahagiaan hakiki. Memang untuk memiliki rasa ikhlas atau syukur tidak selalu mulus, seringkali didahului berbagai pengalaman yang perih dan tajam untuk mengasah kepekaan hati mengenal apa itu rasa bahagia. Namun rasa sakit akibat tempaan tersebut akan terbayar oleh kebahagiaan yang diinginkan. Oleh karena itu, ikhlas dan bersyukurlah, maka kebahagiaan akan datang menghampiri ;)

“Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunuus: 58)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar